History · Thoughts

Diplomasi Era Rasulullah Hingga Saat Ini

Pada era Rasulullah, banyak sekali diplomasi yang di lakukan. Salah satunya diplomasi dalam bentuk budaya dengan meletakan dasar-dasar budaya sebagai pengingat. Diplomasi budaya menjadi penting, manakala Rasulullah sendiri di utus untuk memperbaiki budaya dan akhlak pada jaman jahiliyah yang tidak memanusiakan manusia.

Dalam konteks ini, saya memandang budaya memainkan peranan yang krusial dalam menyampaikan esensi dari nilai-nilai islam.

Salah satu bentuk diplomasi budaya yang di lakukan pada jaman Rasulullah adalah dengan di dirikannya masjid pertama atau yang di kenal dengan masjid Quba.

Masjid-Al-Quba-HD-Wallpapers-2013-1
Masjid Quba

Sumber: Mvslim. This is What The First Mosque Ever Built Looked Like and How It Looks Today.

Masjid Quba merupakan masjid pertama yang istimewa, karena Rasulullah sendiri turun langsung dalam proses pembuatannya. Masjid ini terletak di Madinah dan menjadi bangunan yang multifungsi.

Tidak hanya berdiri sebagai tempat beribadah, akan tetapi, masjid ini juga menjadi tempat menimba ilmu bagi para da’i dalam menyebarkan syi’ar islam ke berbagai pelosok wilayah.

Dalam ranah sosial, fungsi masjid dapat diasosiasikan menjadi tempat mengobati orang-orang yang terluka akibat perang, tempat bertemu dan bermusyawarahnya pemimpin dan rakyat. Dan yang paling menarik masjid juga dapat menjadi tempat bagi Nabi dalam menjalin hubungan diplomatik seperti bertemu dengan utusan luar negeri ataupun mengirimkan utusan ke luar negeri.

Dalam bidang ekonomi, masjid bisa di gunakan sebagai Baitul Mal atau tempat untuk menyalurkan zakat kepada yang lebih membutuhkan dan untuk kemasalahatan bersama. (Farhan, 2013)

Dewasa ini, masjid Quba dikenal luas dan menjadi magnet bagi umat islam di seantero dunia. Tak lengkap rasanya jika menunaikan ibadah baik haji ataupun umroh tanpa mengunjungi masjid ini.

***

Sementara itu, jauh sebelum adanya Magna Carta pada abad ke-12 yang menjadi pijakan bagi konstitusi Inggris maupun rujukan bagi negara-negara di dunia, Rasulullah telah lebih dulu hadir dengan diplomasi Piagam Madinah pada abad ke-7.

Piagam madinah adalah konstitusi tertulis pertama di dunia yang berisikan pasal-pasal perjanjian antara Kaum Anshar dan Kaum Muhajirin, konstitusi ini juga mengatur hubungan umat muslim dengan non-muslim seperti yahudi  (Hidayatullah, 2014).

***

Sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya, diplomasi Rasulullah selalu berpegang teguh pada nilai-nilai islam yang sebenarnya di tunjukan untuk mengatur tantanan manusia secara holistik dengan mengacu pada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman.

Contohnya di dalam Al-Qur’an sudah jelas tertera bahwa Islam melarang mengkonsumsi alkohol atau meminum minuman yang memabukan, hal inilah yang kemudian dapat dijadikan pijakan.

Apabila konsep tersebut dihubungkan dalam konteks saat ini, konsep tersebut dapat dipakai menjadi landasan bagi pemimpin muslim, salah satunya seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam kunjungan diplomatiknya ke negeri Union Jack, SBY menolak jamuan wine saat bertemu dengan ratu Elizabeth, padahal tradisi tersebut sudah menjadi tradisi barat saat makan malam (Boediono, 2012)

Alternatifnya, SBY justru mengkomunikasikannya dengan minta opsi lain, yakni diganti dengan jus Apel. Dalam kacamata saya, seni berkomunikasi tanpa keluar dari prinsip dapat menjadi jembatan penghubung kedamaian.

***

Sama halnya dalam menjalan kan misi diplomatik, Rasulullah mencontohkan untuk selalu memakai pakian yang sopan dan bersih saat menerima utusan-utusan luar negeri (Iqbal, 2000). Aspek berbusana tersebut nyatanya masih melekat dan relevan hingga kini.

Terbukti dari kunjungan-kunjungan Internasional Indonesia ke Timur Tengah, utusan Indonesia menggunakan busana yang lebih sopan dan tertutup untuk menghormati nilai-nilai islam yang dipegang teguh.

***

Dulu, pada fase Mekkah, kaum Musyrikin menghalangi kelompok muslimin yang di pimpin oleh Rasulullah dalam perjalanan ke Mekkah untuk menunaikan ibadah umroh. Rasulullah dengan cerdik memilih jalan tengah yakni bernegosiasi melalui perjanjian Hudaibiyah (Liputan Islam, 2014).

Perjanjian Hudaibiyah berisi point penting yang di sepakati kedua belah pihak dengan di berlakukannya genjatan senjata kedua belah pihak selama 10 tahun.

*Jika ada salah seorang dari kedua kubu tersebut menyeberangi batas wilayah maka, tidak di perbolehkan kembali kedaerahnya.

*Orang-orang selain 2 kubu tersebut diberikan kebebasan untuk memilih antara Mekkah ataupun Madinah.

Menurut saya, open diplomacy yang di lakukan oleh Rasulullah SAW adalah alternatif yang sangat cerdas mengingat Rasulullah memahami dengan eksplisit antropologi warga Mekkah sehingga, jika warga Mekkah melanggar perjanjian tersebut sebelum batas yang telah di janjikan maka, hal tersebut dapat menjadi legitimasi yang sah dalam menaklukan Mekkah tanpa harus di mulai dengan perang.

 

Referensi:

Detik.Com, Boediono, Wine Toast dengan Ratu Elizabeth SBY Minum Jus Apel <http://news.detik.com/berita/2078599/wine-toast-dengan-ratu-elizabeth-sby-minum-jus-apel&gt; (Diakses pada 30 Januari 2018)

Detik.Com, Farhan, Inilah Masjid Pertama di Dunia, di Bangun Nabi Muhammad, <http://travel.detik.com/read/2013/10/11/071108/2384154/1520/inilah-masjid-pertama-di-dunia-dibangun-nabi-muhammad> (Diakses pada 30 Januari 2018)

Hidayatullah, Piagam Madinah Konstitusi Tertulis Pertama di Dunia <http://www.hidayatullah.com/spesial/ragam/read/2014/11/15/33214/piagam-madinah-konstitusi-tertulis-pertama-di-dunia-1.html> (Diakses pada 30 Januari 2018)

Iqbal, A. (2000). Diplomasi Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Perjanjian Hudaibiyah, <http://liputanislam.com/kajian-islam/sejarah/perjanjian-hudaibiyah/> (Diakses pada 30 Januari 2018)

Mvslim, This is What The First Mosque Ever Built Looked Like and How It Looks Today. <http://mvslim.com/this-is-what-the-first-mosque-ever-built-looked-like-and-how-it-looks-today/&gt; (Diakses pada 30 Januari 2018)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s