Personal

Jika Hidup Terasa Sempit, Lakukan Ini!

Cerita ini terinspirasi dari beberapa chat yang masuk ke dalam kotak masuk saya.

Bermula dari sesi tanya jawab oleh junior-junior saya mengenai konferensi Internasional yang saya ikuti setahun yang lalu di Istanbul, Turki. Rencananya kami akan bertemu secara langsung di Istanbul sebulan mendatang.

Saya juga nggak menyangka Allah takdirkan saya untuk kembali lagi ke bumi Istanbul.

Bener-bener diluar dugaan, bulan April, dimana saya akan menginjakan kaki di Istanbul bertepatan dengan kedatangan junior-junior saya. Saya pun langsung mengontak mereka untuk mencocokan jadwal bertemu selama di Istanbul.

Ya, itung-itung sekalian menyambung tali silahturrahmi, pikir saya.

Tak diduga-duga, si junior saya ini hampir hopeless mencari sponsor untuk membiayai perjalanan mereka.

Saya juga tidak tega mendengarnya, untuk itu yang saya bisa lakukan adalah membantunya dengan support dan berbagi cerita mengenai pengalaman-pengalaman abroad saya sebelumnya.

Saya bukan berasal dari keluarga kaya, tapi Allah selalu mencukupkan segala kebutuhan saya.

Demi merajut mimpi untuk bisa menimba pengalaman ke luar negeri yang memakan biaya tidak sedikit, saya mencari-cari informasi yang relevan, mendaftarkan diri, ketika sudah diterima, lalu menyebar proposal-proposal ke kampus tempat saya menimba ilmu, perusahaan, juga pemerintah daerah.

Tidak sampai hati rasanya jika harus membebankan biaya tersebut kepada kedua orang tua saya.

Berbagai penolakan seringkali saya cicipi, sampai telinga saya sudah familiar dengan kata “Penolakan”.

What can I do?

Saya langsung teringat bahwa dulu saya pernah disuguhi cerita mengenai pengalaman hidup dosen saya.

***

Waktu awal-awal beliau meniti karir di Indonesia, beliau sempat kehabisan dana untuk menafkahi anak-anak dan istrinya sebab tanggal gajiannya bergeser jauh dari tanggal seharusnya alias telat banget.

Hingga, tibalah waktu Shalat Jum’at.

Seusai shalat Jum’at kotak sedekahpun diedarkan.

Dengan penuh haru biru, beliau memasrahkan semuanya pada Allah.

Semua uang yang ada dikantongnya, beliau sedekahkan.

Luar biasanya, tidak lama setelah itu, rezekinya pun datang berlimpah-limpah.

Saya bahkan sudah memverifikasi cerita tersebut dan bertemu dengan salah seorang saksi hidupnya, langsung.

Memang bener ya, kalau mikirin dunia terus, gak akan ada habisnya.

“Kalau hidup terasa sempit, banyak-banyakin bersedekah, everytime and everywhere.”

Pun dengan banyak memberi, kita gak akan pernah kekurangan.

***

Kembali ke cerita saya diawal, hal itu saya alami langsung, waktu mau ikutan Konferensi Internasional di Turki, saya sempat terkendala dana.

Hampir sampai pada titik hopeless, saya teringat kisah dosen saya barusan.

Tanpa pikir panjang, saya udah pasrahin semuanya sama Allah.

Saya sedekahkan seluruh uang tabungan saya untuk anak yatim dipedalaman Kalimantan.

Tak lama setelah itu, Allah mudahkan rezeki saya. Bertubi-tubi saya mendapatkan berbagai kemudahkan untuk menyelesaikan ini dan itu, pun saya tidak perlu khawatir mikirin dana lagi

Allah telah menggantinya dengan berpuluh-puluh kali lipat, termasuk tiket penerbangan Internasional saya diupgrade ke kelas bisnis, subhanallah, bahkan saya sendiri mungkin belum sanggup untuk membayar tiket penerbangan Internasional yang bisa mencapai 2 digit.

Memang benar, mikirin dunia memang gak ada habisnya.

Ada kekuatan diluar sana yang mampu merubah segala yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Meminta kepada Allah SWT memang mendatangkan ketenangan.

Saya jadi teringat pula bahwa, ada 4 cara Allah menjawab do’a kita;

Pertama, langsung disegerakan.

Kedua, ditunda hingga waktu yang tepat.

Ketiga, digantikan dengan yang lebih baik.

Keempat, dikabulkan nanti di Akhirat.

Terlepas dari itu semua, yang perlu kita lakukan adalah yakin dan terus berbaik sangka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s